VISI
MEWUJUDKAN SEKOLAH YANG UNGGUL , BERDAYA SAING TINGGI,...

SMA Negeri 105 Jakarta berdiri pada tanggal 20 November 1990 yang...

Tata Tertib Sekolah

TATA TERTIB DAN TATA KRAMA PESERTA DIDIK

SMA NEGERI 105 JAKARTA

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Tata tertib dan tata krama ini ditujukan sebagai rambu-rambu bagi peserta didik dalam bersikap, bertindak, berperilaku dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah.

 

Pasal 2

Tata tertib dan tata krama ini dibuat dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang kondusif, agar tercipta kegiatan belajar mengajar yang nyaman, efektif, dan efisien.

 

Pasal  3

Tata tertib dan tata krama ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar. Adapun nilai-nilai tersebut meliputi nilai ketakwaan, sopan santun pergaulan, kedisiplinan, keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan dan kesehatan.

 

Pasal 4

Setiap peserta didik harus taat, tunduk dan patuh, serta wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tata tertib dan tata krama ini secara konsisten, konsekuen, penuh kesadaran, dan bertanggung jawab.

 

Pasal 5

Tata tertib dan tata krama ini bersifat mengikat selama menjadi peserta didik SMA Negeri 105  Jakarta.

 

BAB II

KETENTUAN KHUSUS

 

Pasal 1

Setiap peserta didik harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, sopan santun, berpengetahuan dan berketerampilan, serta sehat jasmani dan rohani.

 

Pasal 2

Setiap peserta didik harus setia kepada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

 

Pasal 3

Setiap peserta didik harus bertanggung jawab atas terciptanya 7 K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan,  Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kesehatan) .

 

Pasal 4

Setiap peserta didik harus menciptakan ketahanan sekolah sebagai Wawasan Wiyata Mandala

 

Pasal 5

Setiap peserta didik harus menciptakan dan menumbuhkembangkan Panca Tertib.

  1. Tertib waktu datang dan pulang.
  2. Tertib mengikuti pelajaran.
  3. Tertib berseragam sekolah.
  4. Tertib bercakap dan bertingkah laku.
  5. Tertib administrasi sekolah.

 

Pasal 6

PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH

 

  1. Peserta didik senantiasa berpakaian seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah.   

Ketentuan tersebut adalah

 

Hari

Keterangan

Senin

Putra

Kemeja putih lengan pendek,  celana panjang putih (di bawah mata kaki dan  lingkar bawah 14 – 16 cm),  name tag, ,  ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki), sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih,  topi, dan dasi.

Putri

Kemeja putih lengan pendek/panjang,  rok panjang putih lipit hadap tengah muka (di bawah mata kaki),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki), sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih, jilbab sekolah berwarna putih, topi, dan dasi.

Selasa

Putra

Kemeja putih lengan pendek,  celana panjang abu-abu (di bawah mata kaki dan  lingkar bawah 14 – 16 cm),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki),  dan sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih.

Putri

Kemeja putih lengan pendek/panjang,  rok panjang  abu-abu  lipit hadap tengah muka (d ibawah mata kaki),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki putih (10cm di atas mata kaki), sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih, dan jilbab  sekolah berwarna putih.

Rabu

Putra

Seragam pramuka, (celana di bawah mata kaki  dan lingkar bawah 14 – 16 cm),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki hitam (10 cm di atas mata kaki),  sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih, kacu leher,  dan atribut Pramuka lainnya.

Putri

Seragam pramuka  ( rok di bawah mata kaki),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki hitam (10 cm di atas mata kaki), sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih, jilbab  sekolah warna coklat, kacu leher, dan  atribut Pramuka lainnya.

Kamis

Putra

Kemeja batik sekolah, celana panjang putih (d ibawah mata kaki dan  lingkar bawah 14 – 16cm),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,   kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki),  dan sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih.

Putri

Kemeja batik sekolah , rok panjang  putih lipat hadap tengah muka  (di bawah mata kaki),  kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki), name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah, sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih, dan jilbab sekolah berwarna putih.

Jumat

Putra

Baju koko sekolah bagi yang muslim,  celana panjang abu-abu (di bawah mata kaki dan  lingkar bawah 14 – 16 cm), name tag,  ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki),  dan sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih.

Putri

Baju muslimah sekolah,  rok panjang  abu-abu lipit hadap tengah muka  (di bawah mata kaki),  name tag, ikat pinggang  hitam berlogo sekolah,  kaos kaki putih (10 cm di atas mata kaki), sepatu hitam polos atau kombinasi putih dengan tali sepatu hitam atau putih, dan jilbab sekolah berwarna putih.

           

 

 Catatan : 

  • Pakaian tidak ketat
  • Siswi yang memakai jilbab harus menggenakan jilbab sekolah
  • Siswa nonmuslim pada hari Jum’at memakai seragam seperti seragam pada hari Selasa
  • Pemakaian baju batik dan koko dikeluarkan dari celana panjang atau rok.

 

Pasal 7

RAMBUT, KUKU, TATO, TINDIK, DAN MAKE UP

 

  1. Umum

Setiap peserta didik dilarang:

  1. berkuku panjang dan atau mengecat/mewarnainya;
  2. mengecat/mewarnai rambut;
  3. bertato.

 

  1. Khusus peserta didik putra
  1. berambut pendek dan rapi(depan 3 cm, tengah 2 cm, 1 cm bawah/belakang/samping, model rambut yang proporsional); 
  2. rambut tidak berkucir, tidak bermodel punk, tidak bermotif;
  3. tidak memanjangkan jambang;
  4. tidak memelihara kumis dan atau jenggot;
  5. tidak mengenakan aksesoris (gelang, kalung, dan cincin) kecuali untuk  kesehatan;
  6. tidak bertindik.

 

  1. Khusus  peserta didik putri
  1. tidak berhias/ mengenakan make up secara berlebihan,dilarang menggunakan lipglos berwarna;
  2. tidak bertindik kecuali di telinga dengan satu lubang;
  3. tidak memakai perhiasan emas yang berlebihan;
  4. tidak menggunakan softlens berwarna.

 

Pasal  8

MASUK DAN MENINGGALKAN SEKOLAH

 

  1. Hadir di sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum jam pelajaran dimulai.
  2. Waktu efektif untuk siswa belajar di sekolah, berlangsung dari hari Senin hingga hari Jum’at, masuk  pukul 06.30 WIB pulang pukul 15.30 WIB hari Senin – Selasa dan pukul 14.45 WIB pada hari Rabu--Jum’at.
  3. Peserta didik yang datang terlambat kurang dari 5 menit, dapat langsung masuk kelas setelah mendapatkan izin dari guru piket, dan dicatat pada buku khusus.
  4. Peserta didik yang datang terlambat lebih dari 5 menit:
  1. dicatat pada buku khusus dan diberi skore point;
  2. diberi surat izin masuk setelah menghubungi orang tua/wali;
  3. diberi surat izin masuk setelah orang tua/wali datang ke sekolah bila mengulangi keterlambatannya.
  1. Peserta didik yang  akan meninggalkan kelas atau sekolah pada jam tertentu, harus minta izin pada guru yang mengajar dan guru piket serta sepengetahuan wali kelas atau bidang kesiswaan.
  2. Peserta didik yang tidak  masuk sekolah karena suatu alasan, wajib mengirimkan surat izin dari orang tua/wali dan atau dokter, jika sakit.
  3. Permohonan izin tidak masuk sekolah boleh melalui telepon atau sms kepada pihak sekolah melalui wali kelas atau guru BK. Surat izin resmi bisa menyusul, dari orang tua/keterangan dokter. Apabila tidak menyampaikan surat izin maka peserta didik dinyatakan tidak masuk tanpa keterangan/alpa.
  4. Apabila peserta didik tidak masuk sekolah dua kali berturut-turut tanpa keterangan, orang tua/wali siswa dipanggil ke sekolah atau dilakukan kunjungan rumah oleh pihak sekolah(wali kelas atau guru BK).
  5. Siswa yang tidak hadir tanpa keterangan (alpa) lebih dari 10% (12 hari ) dalam satu tahun dinyatakan tidak naik kelas/tidak lulus.
  6. Siswa yang tidak hadir karena alpa/izin/sakit lebih dari 30% (60 hari) dalam satu tahun dinyatakan tidak naik kelas/tidak lulus.

 

Pasal 9

PERATURAN DI DALAM KELAS DAN LINGKUNGAN SEKOLAH

 

  1. Setelah tanda masuk berbunyi, setiap peserta didik harus segera masuk kelas masing-masing.
  2. Peserta didik harus mengikuti pelajaran dari jam pertama hingga jam terakhir dengan tertib, tenang, dan bersikap sopan/hormat kepada guru.
  3. Ketua kelas/pengurus kelas bertanggung jawab atas ketertiban kelas, pengisian buku kemajuan kelas, buku presensi peserta didik,  memimpin doa sebelum dan sesudah pelajaran berlangsung.
  4. Apabila di dalam kelas belum ada guru yang mengajar, ketua kelas harus lapor pada guru piket untuk meminta tugas. Peserta didik wajib mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru/piket, belajar mandiri dengan tenang, dan tidak mengganggu kelas lain. Ketua kelas wajib menyerahkan pekerjaan peserta didik kepada guru piket.
  5. Pada waktu istirahat semua peserta didik harus berada di luar kelas dan tidak makan dan atau minum di dalam kelas.
  6. Semua peserta didik  harus  menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.
  7. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung peserta didik dilarang mengaktifkan dan menggunakan gadget, selain untuk kepentingan pembelajaran dengan seizin guru yang sedang mengajar.
  8. Peserta didik dilarang berada di luar kelas/teras pada saat pelajaran berlangsung maupun saat pergantian jam pelajaran kecuali untuk keperluan yang dibenarkan dan seizin guru yang akan mengajar pada jam pelajaran berikutnya.
  9. Peserta didik dilarang membeli dan menyantap makanan di kantin/koperasi pada saat jam pelajaran berlangsung.

 

Pasal 10

UPACARA

 

  1. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara pengibaran  bendera yang diselenggarakan pada hari Senin dan hari-hari besar nasional kecuali sedang sakit.
  2. Petugas upacara adalah anggota ekskur PASKIBRA atau peserta didik dari kelas yang bertugas.
  3. Ketua kelas/pengurus kelas yang bertugas  wajib menyiapkan warga kelasnya untuk mengikuti dan atau menjadi petugas paduan suara pada saat  upacara bendera.
  4. Setiap ketua kelas/wakilnya wajib menyiapkan dan menjaga ketertiban peserta upacara kelasnya masing-masing sebelum dan selama upacara berlangsung.
  5. Komandan upacara wajib menyiapkan dan merapikan barisan peserta upacara sebelum upacara dimulai.
  6. Setiap peserta upacara wajib menciptakan dan menjaga ketertiban dan suasana khidmat selama upacara berlangsung.
  7. Wali kelas merapikan barisan kelasnya masing-masing.

 

Pasal 11

KESADARAN PEMELIHARAAN SARANA PRASARANA SEKOLAH

 

  1. Semua peserta didik wajib memelihara sarana dan prasarana sekolah serta menggunakannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
  2. Penggunaan peralatan ruangan maupun lapangan harus seizin dan sepengetahuan guru atau petugas (sesuai pedoman penggunaan sarpras yang berlaku).
  3. Setiap peserta didik wajib mendukung dan menerapkan prinsip hemat air, listrik, dan energi lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan perwujudan rasa syukur dan takwa terhadap Tuhan Sang Pencipta.
  4. Kerusakan sarana dan prasarana kelas menjadi tanggung jawab warga kelas masing-masing.

 

Pasal 12

KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN, DAN KETERTIBAN

 

  1. Setiap peserta didik wajib membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan.
  2. Setiap kelas wajib  membuat dan melaksanakan jadwal piket kebersihan kelas.
  3. Setiap peserta didik wajib menjaga ketenangan suasana belajar, baik di kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang praktik maupun di lingkungan sekolah pada umumnya.
  4. Setiap peserta didik wajib menaati jadwal pelajaran, remedial/pengayaan, ekstrakurikuler, penggunaan dan peminjaman buku perpustakaan, penggunaan ruang praktik/laboratorium, dan yang lainnya sesuai ketetapan sekolah.
  5. Setiap peserta didik wajib menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru/sekolah dengan baik dan penuh tanggung jawab.
  6. Seluruh peserta didik sudah meninggalkan sekolah selambat-lambatnya pukul 15.45 WIB kecuali ada kegiatan berizin dan didamping wali kelas atau guru pembina.

 

Pasal 13

SOPAN SANTUN DALAM PERGAULAN

 

Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah dan masyarakat sekitar sekolah, setiap peserta didik hendaknya

  1. berperilaku baik, senyum, salam, sapa, sopan dan  santun terhadap semua warga sekolah;
  2. menggunakan bahasa yang santun pada saat bertutur kata;
  3. saling menghormati pendapat orang lain dan tidak membeda-bedakan SARA dalam berteman;
  4. berani menyampaikan pendapat dengan sopan, santun, jujur, dan penuh tanggung jawab;
  5. berani mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan meminta maaf, baik secara lisan dan atau tertulis atas kesalahan yang dilakukannya.

 

Pasal 14

HAK PESERTA DIDIK

 

  1. Setiap peserta didik mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak sekolah dengan ketentuan
  1. disampaikan secara tertulis maupun secara lisan, baik perorangan maupun kelompok;
  2. dilakukan dengan cara-cara yang sopan, berkepribadian, dan bermartabat;
  3. bersifat inovatif, konstruktif, perspektif, promotif demi kemajuan dan kejayaan prestasi sekolah;
  4. disampaikan melalui MPK, akan ditindaklanjuti oleh sekolah secara proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  1. Peserta didik berhak mandapatkan
  1. bekal pengetahuan, ketrampilan, dan sikap mandiri;
  2. pelayanan pengembangan potensi diri sesuai  bakat, minat, dan karakter;
  3. perlindungan dan pelayanan selama kegiatan belajar mengajar;
  4. hak mengingatkan/menegur secara santun pada warga sekolah yang disampaikan melalui MPK akan diteruskan kepada Kepala Sekolah;
  5. layanan penggunaan sarana prasarana sekolah secara prosedural dan penuh rasa tanggung jawab;
  6. pelayanan dan perlakuan yang sama dari warga sekolah.

 

Pasal 15

LARANGAN–LARANGAN

 

  1. Larangan yang berhubungan dengan kelakuan

Selama menjadi peserta didik di SMA Negeri 105 Jakarta dilarang

  1. menyontek atau memberi dan menerima jawaban pada saat ulangan atau ujian;
  2. mencuri dan atau merampas barang milik orang;
  3. membawa dan atau menggunakan senjata tajam dan senjata api;
  4. membawa dan atau mengonsumsi minuman keras, ganja, narkoba, dan obat sejenisnya di sekolah;
  5. membawa dan atau mengedarkan barang porno ( buku, gambar/VCD) di sekolah;
  6. berkelahi dan atau terlibat perkelahian/tawuran;
  7. berbuat/bertindak asusila (berpacaran melampaui batas, berkata jorok, tidak sopan, pelecehan seksual, hamil/menghamili);
  8. melakukan/terlibat tindak pidana;
  9. mengintimidasi dan menganiaya warga sekolah;
  10. merusak sarana/prasarana milik sekolah/warga sekolah;
  11. merokok atau membawa rokok di sekolah;
  12. mengancam warga sekolah;
  13. memalsukan tanda tangan;
  14. memalsukan stempel sekolah;
  15. membuat pernyataan bohong dan palsu;
  16. menerobos/melompat pagar sekolah;
  17. membuat gaduh/mengganggu proses belajar;
  18. mencoret–coret dan merusak sarana/prasarana sekolah;
  19. melindungi teman yang berbuat salah;
  20. menerima tamu tanpa seizin guru piket;
  21. mengadakan kegiatan tanpa seizin guru Pembina atau pihak sekolah;
  22. membentuk organisasi lain di sekolah selain OSIS;
  23. memakai walkmanhandsfree, mengaktifkan ponsel selama mengikuti kegiatan belajar mengajar;
  24. mengisi power (men-chargegadget di dalam kelas dan atau di lingkungan sekolah;
  25. membuang sampah sembarangan/tidak pada tempatnya;
  26. membawa/mengunakan alat permainan yang berbau judi (kartu, dadu, dsb);
  27. berada di kantin pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung;
  28. membawa barang berharga/uang berlebihan, apabila terjadi kehilangan sekolah tidak bertanggung jawab;
  29. memungut sumbangan sesama peserta didik tanpa izin dari sekolah;
  30. membawa sepeda motor ke sekolah;
  31. menggunakan peralatan audio visual di dalam kelas selama jam istirahat kecuali dalam pengawasan guru;
  32. nongkrong di warung sekitar sekolah.

 

  1. Larangan yang berhubungan dengan kedisiplinan

Peserta didik dilarang

  1. tidak mengikuti pelajaran.
  2. terlambat hadir di sekolah.
  3. terlambat mengikuti pelajaran.
  4. meninggalkan kelas selama jam pelajaran tanpa seizin guru.
  5. meninggalkan sekolah sebelum pelajaran selesai tanpa seizin guru piket (Peserta didik tidak diizinkan pulang untuk  mengambil tugas, kecuali sakit dan dijemput oleh orang tua atau wali dan sepengetahuan wali kelas atau bidang kesiswaan).
  6. berada di teras, koridor, balkon/di luar kelas ketika jam pelajaran kecuali KBM berlangsung di luar ruangan.
  7. membeli makanan, makan dan minum di kantin/koperasi/tempat berjualan makanan pada jam pelajaran.
  8. berada di sekolah setelah pelajaran selesai di atas pukul 15.45 WIB  kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan lain yang diketahui sekolah dan didampingi guru Pembina.
  9. berada di lingkungan sekolah di luar jadwal KBM dan kegiatan ekskur tanpa seizin dan didampingi wali kelas atau guru pembina.

 

  1. Larangan yang berhubungan dengan kerapian

Peserta didik dilarang

  1. memakai seragam sekolah yang tidak sesuai dengan ketentuan(berbaju ketat, celana panjang ketat atau cutbray, dan rok ketat/sempit).
  2. memakai jaket atau sweater di lingkungan sekolah kecuali peserta didik sakit (jaket atau sweater sudah dibuka saat memasuki lingkungan sekolah).
  3. memelihara rambut yang tidak sesuai dengan ketentuan.
  4. mengecat rambut selain warna hitam.
  5. memakai perhiasan (gelang, kalung, giwang, cincin) bagi peserta didik putra.
  6. memakai perhiasan dan atau model kerudung yang berlebihan untuk peserta didik putri.

 

BAB III

PELANGGARAN, SANKSI, DAN PENGHARGAAN

 

Setiap peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib dan tata krama akan menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Sebaliknya, peserta didik yang mendapatkan prestasi akademik maupun nonakademik akan menerima penghargaan sesuai dengan hasil yang diperolehnya.

 

Pasal 1

SANKSI

 

Setiap peserta didik yang melakukan pelanggaran

  1. dicatat pada buku khusus, diberi skor poin, dibimbing, dan dibina.
  2. membuat dan menandatangani Surat Pernyataan.
  3. diskor dalam jangka waktu tertentu.
  4. dikembalikan kepada orang tua.

 

Pasal 2

PROSEDUR PENILAIAN

 

  1. Pengamatan dilakukan oleh peserta didik, guru, wali kelas, guru pembimbing ( BP/BK), Pembina, staf TU, Kepala Sekolah, dan warga masyarakat.
  2. Setiap minggu wali kelas mengadakan penghitungan jumlah angka poin pelanggaran sebagai upaya pembinaan dan penilaian.
  3. Penilaian dilaksanakan setiap akhir semester berdasarkan angka poin komulatif pelanggaran pada semester yang berlangsung.
  4. Jika peserta didik dalam waktu satu tahun pelajaran tidak mencapai angka kredit komulatif 100, dan siswa tersebut naik tingkat/kelas berikutnya maka angka poin kembali 0 sejalan dengan penghargaan prestasi yang diperoleh pada tahun pelajaran berjalan.

          

Nilai Komulatif

Jumlah angka poin pelanggaran tiap Aspek

BAIK

0 – 25

CUKUP

26 – 74

KURANG

75 – 100

 

  1. Jika peserta didik dalam waktu satu tahun pelajaran mencapai angka komulatif pelanggaran 100, siswa tersebut dinyatakan tidak naik atau dikembalikan ke orang tua.

 

Pasal 3

TAHAPAN PEMBINAAN BERDASARKAN ANGKA POIN PELANGGARAN

 

  1. Panggilan I terhadap orang tua jika siswa mencapai angka poin komulatif pelanggaran 25 (peringatan I  K1) oleh Wali kelas.
  2. Panggilan II terhadap orang tua jika siswa mencapai angka poin komulatif pelanggaran 50 (peringatan II  K2) oleh Kesiswaan.
  3. Panggilan III terhadap orang tua jika siswa mencapai angka poin komulatif pelanggaran 75 (peringatan III  K3) oleh Kepala Sekolah.
  4. Panggilan IV terhadap orang tua jika siswa mencapai angka poin komulatif pelanggaran 100 sekaligus menyerahkan siswa kepada orang tua atau wali murid.
  5. Setiap proses pemanggilan orang tua atau wali murid dibuatkan bukti fisik berupa pernyataan pengakuan pelanggaran.

 

Pasal 4

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta didik yang berprestasi akademik dan nonakademik akan diberikan penghargaan, antara lain sebagai berikut.

  1. Pengurangan poin.
  2. Pemberian pujian.
  3. Penambahan nilai.
  4. Pemberian hadiah barang/uang.
  5. Pemberian piagam penghargaan.
  6. Pemberian piala/trofi.
  7. Pemberian bea(siswa) peserta didik.

 

Pasal 5

MEKANISME PEMBERIAN PENGHARGAAN

 

  1. Setiap peserta didik yang berprestasi akan diumumkkan pada waktu upacara bendera dan mendapat ucapan selamat dari kepala sekolah, dewan guru, dan karyawan, serta para peserta didik lainnya.
  2. Bagi peserta didik yang memiliki prestasi tetapi memiliki poin pelanggaran, maka skor akan dikurangi dengan ketentuan sebagai berikut.
  1. Berprestasi di tingkat sekolah                             : poin dikurangi 10.
  2. Berprestasi di tingkat kecamatan                        : poin dikurangi 15.
  3. Berprestasi di tingkat kabupaten/kotamadya      : poin dikurangi 20.
  4. Berprestasi di tingkat propinsi                            : poin dikurangi 25.
  5. Berprestasi di tingkat nasional                            : poin dikurangi 30.
  6. Berprestasi di tingkat intenasional                        poin dikurangi 50.

 

BAB IV

TAMBAHAN

 

Pasal 1

Tata tertib dan tata krama ini bersifat mengikat sejak peserta didik berangkat dari rumah ke sekolah  hingga tiba di rumah kembali.

 

Pasal 2

Pemberian sanksi terhadap peserta didik yang terlibat tindak pidana kriminal atau tindakan luar biasa lainya, ditentukan oleh tim tata tertib sekolah, dewan guru, guru pembimbing, guru BK, Kepala Sekolah, dan atau Kepolisian(alih tangan kasus).

 

Pasal 3

Kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di dalam maupun di luar sekolah harus mendapat izin dari orang tua dan pihak sekolah.

 

Pasal 4

Tata tertib dan tata krama yang belum tercantum akan diputuskan lebih lanjut melalui rapat pengurus MPK, OSIS, Tim Tata Tertib Sekolah, Dewan Guru, Kepala Sekolah, dan atau Dewan Sekolah.

 

Pasal 5

Peserta didik yang tinggal kelas berturut-turut dalam satu tingkat (kelas) yang sama direkomendasikan untuk pindah sekolah.

 

Pasal 6

Apabila terjadi kecelakaan di lapangan olah raga/laboratorium di luar jam pelajaran yang ditentukan, sekolah hanya sebatas memberikan pertolongan pertama, dan selanjutnya menjadi tanggung jawab orang tua dan peserta didik.

 

Pasal 7

Kehilangan barang milik pribadi di lingkungan sekolah pada jam belajar, menjadi tanggung jawab peserta didik, kecuali dititipkan pada guru atau karyawan sekolah.

 

BAB V

PENUTUP

 

Demikian tata tertib peserta didik ini dibuat untuk dapat dipatuhi seluruh peserta didik SMA Negeri 105 Jakarta.

Hal-hal yang belum/tidak  tercantum di dalam tata tertib ini akan ditetapkan di kemudian hari oleh sekolah. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

                                                                                                             Ditetapkan di  : Jakarta

                                                                                                            Pada tanggal   :  Juli 2016

                                                                                                            Kepala SMA Negeri 105 Jakarta

                     

                                                                                                       

                                                                                                            DrsImam Prasaja M.Si

                                                                                                            NIP 196508221994031003

                                                                              

 

TABULASI PELANGGARAN DAN POIN

 

  1. Perilaku/Akhlak

NO

JENIS PELANGGARAN

SKOR

1.

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

Mencuri/merampas barang milik orang lain

Membawa dan menggunakan senjata tajam dan senjata api 

Menggunakan dan membawa narkoba, miras dan ganja

Membawa dan mengedarkan barang porno (buku, VCD, dll)

Berkelahi atau terlibat tawuran/perkelahian

Berbuat asusila

Terbukti hamil ( wanita), terbukti menghamili  (Laki-laki)

Menganiaya  guru/karyawan / siswa.

Mengintimidasi/mengancam/menghina guru/karyawan /siswa

Memalsukan legalitas sekolah ( kop surat,stempel,tanda tangan)

Melakukan/terlibat kriminal (pemalakan, pencurian, pencopetan, dll)

Merusak sarana/prasarana milik sekolah dan orang lain

Merokok atau membawa rokok ke sekolah

Memalsukan tanda tangan orang tua/wali

Berada di luar lingkungan sekolah saat PBM berlangsung tanpa izin guru

Mengikuti/Membentuk organisasi yang terlarang

Membuat pernyataan, bohong, dusta, palsu

Mengadakan kegiatan tanpa izin Pembina/Sekolah

Mencemarkan nama baik sekolah, Guru, Kepala Sekolah

Menerobos, melompat pagar sekolah

Mencoret- mencoret sarana dan prasarana sekolah

Terbukti mencontek

Menghasut dan menjadi provokator di sekolah

       Membuat gaduh dan menganggu proses belajar

Memakai walkman,handsfree,mengaktifkan HP pada saat KBM

Membuang sampah, meludah tidak pada tempatnya

 

100

100

100

50

100

100

100

100

50

50

100

50

25

25

25

75

25

25

25

25

25

10

50

  5

  5

  5

  5

 

  1. Kedisiplinan

NO

JENIS PELANGGARAN

SKOR

1

2

3

4

5

6

7

Absen tanpa keterangan

Terlambat hadir di sekolah

Terlambat mengikuti pelajaran pada pergantian jam

Tidak mengikuti upacara di sekolah tanpa izin

Meninggalkan kelas tanpa izin guru kelas

Meninggalkan sekolah tanpa izin piket

Tidak melaksanakan tugas yang diberikan oleh sekolah ( surat tugas ) tanpa alasan

  5

  3

  3

  3

  5

10

10

 

  1. Kerapian

NO

JENIS PELANGGARAN

SKOR

1

2

3

4

5

6

 

7

Memakai pakaian seragam tidak sesuai dengan ketentuan/tata tertib

Tidak memakai kelengkapan seragam (gesper, name tag, kaos kak,i dll)

Memelihara / memangkas rambut tidak sesuai dengan ketentuan 

Mengecat rambut,kuku dan lain lain.

Menggunakan perhiasan/ asesoris berlebihan ( siswi )

Berambut gondrong bagi laki laki ( rambut tidak melebihi telinga,menutup alis mata,melebihi krah baju )

Siswa putra memakai perhiasan ( gelang, kalung, giwang, dll)

Keterangan :

Apabila seorang siswa telah mencapai point 100, siswa akan dikembalikan kepada orang tua/walinya dengan tahapan sebagai berikut :

1. Panggilan I                  :   Jika jumlah point sudah mencapai 25

2. Panggilan II                :   Jika  jumlah point telah mencapai 50,  dengan membuat surat pernyataan ke-1

3. Panggilan III               :   Jika jumlah point telah mencapai 75, dengan membuat surat pernyataan ke-2 di atas kertas bermaterai.

4. Panggilan IV               :   Jika jumlah point telah mencapai 100, sekaligus menyerahkan kembali siswa kepada orang tua/wali.

 

PEDOMAN PENILAIAN KEPRIBADIAN (Kerapihan, Kerajinan dan Kelakuan)

0  –  10              :   Baik sekali

11 – 25              :   Baik

26 – 61              :   Cukup

61 – 100            :   Kurang

3

3

3

3

3

5

 

3

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini 

nama                :

NIS                  :

kelas                :

orang tua

ayah                 :

no. HP             :

ibu                   :

no. Hp             :

 

             Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya

  1. Telah menerima Tata Tertib Sekolah SMA N 105 Jakarta,
  2. Telah membaca dan memahami isi dari Tata Tertib Sekolah SMA N 105 Jakarta,
  3. Akan mematuhi dan melaksanakan Tata Tertib Sekolah SMA N 105 Jakarta, dan
  4. Siap menerima sanksi dalam bentuk apapun sesuai dengan ketentuan yang berlaku bila saya melanggar Tata Tertib Sekolah SMA N 105 Jakarta.

 

                                                                                    Jakarta, ………………………. 2016

 

             Mengetahui/Menyetujui                                                          Saya yang membuat pernyataan

 

                                                                                                            materai 6000

             ………………………….                                                       …………………………………

             Orang Tua/Wali                                                                       Siswa

Ekstra Kurikuler SMAN 105 Jakarta

Link yang Berkaitan

Terhubung dengan Kami

Kontak Kami

Alamat SMAN 105 Jakarta:

Jalan H. Usman No. 5, RT.2/RW.4,
Kelapa Dua Wetan, Ciracas, RT.2/RW.4,
Jakarta Timur, 13730

Tel: (021) 8719206, Fax: (021) 8719206

E-mail: info@sman105jkt.sch.id

Education - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.