Tujuan dan Sasaran

1.  Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran

  1. Aspek Peningkatan Manajemen Sekolah
      1. Perbaikan sistem dan tata kerja untuk meningkatkan kinerja guru dan pegawai.
      2. Pemberdayaan institusi yang ada di sekolah guna meningkatkan iman, ilmu dan amal
      3. Optimalisasi sumber daya yang ada di sekolah guna meningkatkan prestasi
      4. Pengembangan sekolah sebagai pusat kebudayaan, pembaharuan dan perubahan
  1. Aspek Pengembangan Kurikulum dan Sistem Pengujian
      1. Pemberdayaan diklat/ penataran/ MGMP
      2. Mengikutsertakan guru dalam kegiatan MGMP, seminar dan penataran-penataran
      3. Penambahan dan pengadaan fasilitas sumber belajar yang memiliki relevansi dengan peningkatan mutu pembelajaran
      4.  Memadukan konsep IMTAQ dalam proses pembelajaran
      5. Meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar melalui penerapan hasil diklat/ penerapan dalam PBM secara tepat guna dan berhasil guna
      6. Meningkatkan kemampuan personil untuk peningkatan tertib administrasi sekolah mulai dari penyusunan program, pelaksanaan dan evaluasi program
      7. Meningkatkan hasil Prestasi belajar Peserta Didik / kualitas lulusan dengan meningkatkan nilai  akhir ujian
      8. Bimbingan bagi peserta didik yang akan melanjutkan ke Perguruan tinggi
      9. Pelaksanaan Kurikulum 2004 yang berorientasi pada Program Kurikulum berbasis Kompetensi serta pelaksanaan kurikulum 2013 yang berorientasi scientific
      10. Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan komputer Peserta Didik SMA Negeri 105 Jakarta
  1. Aspek Pembinaan Kesiswaan
      1. Meningkatkan kehidupan akademis di sekolah yang penuh dengan keimanan dan ketaqwaan
      2. Memasyarakatkan tata tertib peserta didik sebagai ketentuan yana mengatur hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang dilarang serta sanksi yang dikenakan apabila melakukan  pelanggaran
      3. Mengintensifkan pembinaan kesiswaan
      4. Meningkatkan budaya tertib, budaya bersih dan budaya belajar dikalangan Peserta Didik dan  guru
      5.  Meningkatkan prestasi kesenian dan olah raga
  1. Aspek Pengembangan Fasilitas / Prasarana Sarana
      1. Pemeliharaan fasilitas prasarana dan sarana sekolah
      2. Penambahan ruang belajar
      3. Efektifitas dan efesiensi penggunaan fasilitas prasarana dan sarana sekolah
      4. Pengembangan fasilitas sekolah guna menunjang peningkatan mutu
      5. Penataan lingkungan guna penciptaan suasana belajar yang tenang, nyaman dan bersih
  1. Aspek Pengembangan Ketenagaan / Personalia
      1. Menampilkan sikap keteladanan guru guna meningkatkan disiplin sekolah
      2. Mengembangkan kreatifitas pendidik dan peserta didik guna mengembangkan inovasi
      3. Pembinaan secara teratur melalui kegiatan supervisi
      4. Memberikan kesempatan dan motivasi kepada tenaga kependidikan yang ingin  melanjutkan pendidikan
      5. Menampilkan sikap keteladanan kepala sekolah, guru dan karyawan agar menjadi panutan Peserta Didik
      6. Meningkatkan kedisiplinan Peserta Didik dan Guru

 

2.  Fungsi Faktor Internal Faktor Eksternal

  1. Fungsi Proses Belajar Mengajar
    1. Metode Pembelajaran
    2. Kemampuan guru
    3. Motivasi Peserta Didik dalam belajar
    4. Jumlah buku pegangan
    5. Waktu efektif
    6. Tingkat kehadiran guru di kelas
  1. Fungsi peningkatan mutu Proses Belajar Bengajar
      1. Peningkatan Mutu dan kualitas lulusan (output)
      2. Mengaktifkan MGMP Sekolah
      3. Menggunakan media pembelajaran
      4. Diversifikasi metode pembelajaran efektif
      5. Belajar tepat waktu
      6. Kondisi guru
        1. Pendidikan guru
        2. Kesetaraan Ijazah
        3. Kompetensi guru
        4. Masa bekerja
      7. Latar belakang Peserta Didik
      8. Motivasi orang tua
      9. Lingkungan
      10. Peningkatan profesionalisme
  1. Peningkatan Pembinaan Kesiswaan
      1. Peningkatan kehidupan akademis di sekolah yang penuh dengan keimanan dan ketaqwaan
      2. Pemasyarakatan tata tertib sekolah
      3. Peningkatan budaya tertib, budaya bersih dan budaya belajar
      4. Meningkatkan prestasi dan kegiatan ekstra kurikuler kesenian dan olah raga
  1. Peningkatan Prasarana dan Sarana Belajar
      1. Pemeliharaan fasilitas prasarana dan sarana sekolah yang sudah ada
      2. Efektiftas dan efesiensi penggunaan fasilitas prasarana dan sarana sekolah
      3. Penataan lingkungan
      4. Penambahan ruang belajar
      5. Peran serta orang tua siswa dalam pengadaan prasarana dan sarana sekolah
      6. Peran serta pemerintah pengadaan prasarana dan sarana sekolah Peran serta masyarakat melalui dana BOP dalam mendukung pengadaan prasarana dan sarana sekolah
  1. Aspek Lainnya
      1. Peningkatan hubungan dengan masyarakat melalui pemberdayaan Wakil Bidang Humas
      2. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta dalam pengembangan mutu SMA Negeri 105 Jakarta
      3. Turut serta dalam kegiatan – kegiatan kemasyarakatan di lingkungan sekitar
      4. Menjalin kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan instansi terkait baik instansi vertikal maupun instansi koordinasi

 

3.  Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai SMA Negeri 105 Jakarta tahun pelajaran 2018/2019 adalah :

  1. Seluruh warga sekolah mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dan sosial di lingkungan sekolah;
  2. Mempertahankan prosentase kelulusan 100%
  3. Jumlah peserta didik yang melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi 90 %.
  4. Semua tenaga pendidik  mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran ;
  5. Semua warga sekolah terlibat aktif dalam penumbuhan budaya literasi;
  6. Peserta didik dapat berprestasi  dalam bidang lomba akademik (OSN, LDBI,LCC)  di tingkat provinsi;
  7. Peserta didik dapat berprestasi  dalam bidang lomba non akademik  (O2SN,FLS2N) di tingkat provinsi;
  8.  Seluruh Peserta didik dapat mengenali potensi dirinya melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri
  9. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan pembiasaan yang diprogramkan sekolah.
  10. Semua informasi tentang sekolah dapat diakses seluruh warga sekolah dengan mudah.
  11. Menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memadai.
  12. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan  bekerja sesuai dengan tupoksinya.
  13. Semua warga sekolah mempunyai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah

 

  1. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SEKOLAH

Tantangan yang dihadapi pada saat ini, era globalisasi dan era reformasi, sangat nyata sekali khususnya dalam dunia pendidikan. Guna mengantisipasi hal tersebut dan seiring dengan paradigma baru era otonomi daerah, desentralisasi di bidang pendidikan mulai dilaksanakan, bahkan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah telah diserahkan sampai ke tingkat sekolah melalui penerapan konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sehingga peningkatan mutu merupakan tanggung jawab sepenuhnya seluruh komponen sekolah. Kebijakan pendidikan baik administratif maupun edukatif yang cenderung sentralistik membatasi ruang gerak pengembangan sekolah. Konsep manajemen Berbasis Sekolah adalah suatu perubahan paradigma peningkatan mutu melalui pemberian otonomi atau kemandirian kepada sekolah untuk mengambil keputusan partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah sesuia dengan standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah propinsi maupun Pemerintah Kota. Demikian pula dengan pengembangan kurikulum, tidak lagi merupakan Kurikulum yang telah jadi dalam bentuk Garis – garis Besar Program Pengajaran tetapi sekolah dapat mengembangkan kurikulum sendiri dengan menyusun silabus dan menetapkan standar penilaian dengan mengacu kepada kemampuan / kompetensi dasar pada setiap jenjang pendidikan yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Nasional. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model pengelolaan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu. Tidak hanya mutu lulusan yang diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar, melainkan juga mutu pelayanan yang diberikan sekolah, mutu proses pembelajaran, mutu masukan dan lain-lain.

Oleh karena itu, Program Kerja Sekolah yang disusun telah berorientasi pada persiapan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan telah menyelenggarakan pelatihan di sekolah (In House Training), Memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti seminar atau pelatihan di luar maupun studi banding ke sekolah yang telah menyelenggarakan Kurikulum Berbasis Komptensi.. Kegiatan – kegiatan tersebut dimaksudkan agar dalam pelaksanaan KBK, baik dalam penyusunan dan pengembangan silabus mata pelajaran dapat mengintegrasikan BBE Life skill (Pendidikan yang berbasis luas dan kecakapan hidup) dan imtak (Iman dan taqwa) sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran peserta didik. Segala bentuk persiapan menyangkut guru yang akan melaksanakan Kurikulum telah siap dengan segala perangkatnya mulai dari Silabus dan Sistem Penilaian, Pedoman Pengajaran dan Pembelajaran sampai ke tingkat persiapan secara fisik dan mental. Hal ini dilakukan karena Kurikulum 2013 yang berorientasi pada Kurikulum Berbasis Seintifik berbeda dengan Kurikulum 2004  Demikian pula dengan sarana dan prasarana sedang dibenahi dan dalam taraf penyelesaian. Segala Kekurangan dan Kelemahan mulai dibenahi .

Tantangan Nyata sekolah yang harus dihadapi yaitu :

  1. Peningkatan mutu kegiatan PBM yang efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan sesuai dengan visi, misi dan Tujuan Sekolah Kegiatan PBM belum efektif dan belum mencapai sasaran dan target yang diharapkan
  2. Peningkatan kedisiplinan peserta didik dan guru Faktor eksternal dan internal dari peserta didik dan guru menghambat peningkatan kedisiplinan
  3. Peningkatan tertib administrasi sekolah, Kurangnya tingkat kesadaran dari warga sekolah dalam pelaksanaan tertib administrasi.
  4. Penataan lingkungan sekolah yang rapi, bersih dan teratur
    1. Kurangnya kesadaran dari warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan kerapian
    2. Faktor lingkungan di sekitar sekolah yang tidak mendukung.
  5. Penambahan ruang belajar
    1. Kurang dukungan dana baik dari Pemerintah maupun peran serta sekolah
  6.  Peningkatan hasil prestasi belajar dan mutu lulusan
    1. Belum meningkatnya motivasi belajar Peserta Didik
    2. Kurangnya kesadaran guru untuk meningkatkan kemampuan  profesionalisme.
  7. Peningkatan Prestasi non akademis (Kesenian dan Olah raga) dan penggalian bakat dan potensi Peserta Didik
    1. Sarana dan prasarana pendukung sangat minim sekali
    2. Peranan BP / BK yang kurang dalam menggali bakat dan potensi Peserta Didik
  8. Peningkatan jumlah Peserta Didik / lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri
    1. Kurangnya motivasi peserta didik untuk melanjutkan ke Perguruan tinggi
    2. Jumlah Peserta Didik yang melanjutkan ke perguruan tinggi cenderung tidak ada peningkatan

 

  1. FAKTOR YANG MENIMBULKAN TANTANGAN NYATA DI SEKOLAH
  1. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan
    1. Kekuatan / Potensi (Strenghts)
      1. Adanya dukungan pemerintah dalam mendayagunakan peraturan perundangan di bidang pendidikan.
      2. Adanya rincian yang jelas tugas dan fungsi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
      3. Adanya komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan
      4. Adanya program event kompetensi peserta didik baik daerah, regional maupun nasional
      5. Adanya lembaga-lembaga diklat
    1. Kelemahan / Kekurangan (Weakenesses)
      1. Masih rendahnya dedikasi sebagian guru terhadap tugasnya
      2. Terbatasnya prasarana dan sarana pendidikan yang ada
      3. Rendahnya motivasi belajar pada sebagian Peserta Didik
      4. Belum  optimalnya peran stake holder dalam pelaksanaan perkembangan sekolah
      5. Kurang memahami kebijakan  dari Dinas yang cepat dan kompleks
    1. Peluang / Kesempatan (Opportunities)
      1. Dengan mendayagunakan peraturan perundangan di bidang pendidikan, pendidikan yang bermutu
      2. Adanya partisipasi masyarakat dibidang pendidikan sehingga tercipta suasana sekolah yang kondusif
      3. Adanya  kemajuan dan perkembangan IPTEK  khususnya dalam dunia pendidikan
      4. Mendayagunakan prasarana dan sarana yang ada dalam rangka pelayanan pendidikan yang bermutu
      5. Adanya kebijakan yang melatih kemandirian Peserta Didik
      6. Adanya penghargaan / beasiswa bagi Peserta Didik yang kurang mampu dan berprestasi
      7. Adanya kesempatan untuk bekerja sama dengan dunia usaha atau dunia industri
    1. Ancaman (Threats)
      1. Penyalahgunaan IPTEK
      2. Kurangnya dukungan masyarakat terhadap program sekolah
      3. Adanya kebijakan sistem pendidikan yang sering berubah
      4. Tidak tercapainya upaya mewujudkan kemandirian sekolah
  1.  Efisiensi Peningkatan Manajemen Pendidikan 
    1. Partisipasi masyarakat di bidang pendidikan masih rendah.
    2. Pemahaman MPMBS belum bisa di terima oleh masyarakat secara total.
    3. Perlu Penyusunan RKAS masing-masing Sekolah sebagai pedoman dalam peningkatan  management mutu pendidikan.
    4. Perlu adanya Sistem Informasi Management yang memanfaatkan perkembangan IPTEK,  seperti Internet, dsb.

 

  1. PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH