Workshop Pembuatan Perangkat dan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka

CIRACAS – Selasa, 11 Juli 2023 SMAN 105 Jakarta telah menyelesaikan workshop pembuatan perangkat dan bahan ajar Kurikulum Merdeka. Acara workshop dilaksanakan selama dua hari sejak kemarin, senin (10/7) sampai dengan hari ini, selasa (11/7) yang bertempat di Ruang AVI SMAN 105 Jakarta. Workshop ini diikuti oleh seluruh dewan pendidik dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru 2023/2024 yang secara efektif akan dimulai pada hari Rabu, 12 Juli 2023.

Sambutan oleh kepala sekolah dan ketua panitia workshop.

Kegiatan workshop diawali dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Mudrikatul Arafah yang dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Siti Khoiriyah, sebagai ketua panitia sekaligus sebagai wakil bidang Kurikulum SMAN 105 Jakarta memberikan sambutan terkait dengan pentingnya workshop ini sebagai persiapan bagi dewan pendidik dalam menyambut tahun ajaran baru 2023/2024. Kegiatan selanjutnya adalah sambutan dari Kepala SMAN 105 Jakarta, Sunar Wibawa yang sekaligus juga memberikan arahan akan persamaan persepsi dalam memberikan pelayanan terbaik dan prima kepada peserta didik di tahun ajaran 2023/2024.

Pemaparan materi oleh narasumber dan tanya jawab.

Acara selanjutnya dipandu oleh narasumber, Ali Murthado dari SMA Labschool JAKARTA sekaligus juga sebagai Trainer EDUPORT pilot project of inquiry based learning, the officially certified as EDU-Port Japan project of MEXT Japan in 2021-2023. Pada kesempatan sebagai narasumber, Ali memberikan pemaparan mengenai Penyusunan Efektif CP, ATP & Modul Ajar Fase E dan Fase F yang didasari pada Visi Pendidikan Indonesia yaitu “mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global”.

Adapun yang menjadi fokus daripada keunggulan kurikulum merdeka adalah:

  1. Lebih sederhana dan mendalam, Fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.
  2. Lebih Merdeka, di mana yang dimaksud dengan merdeka disini adalah Peserta didik: Tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya; Guru: Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik; Sekolah: memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
  3. Lebih Relevan dan Efektif, Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikankesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan,kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Kurikulum Merdeka juga memiliki ciri khas yang dapat terlihat di dalam struktur kurikulum di mana kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran (CP) dan adanya projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di mana ini adalah kegiatan khusus yang ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

Kegiatan selanjutnya adalah perencanaan pembuatan modul ajar dan modul projek P5 di mana dewan pendidik dibagi menjadi dua kelompok kerja untuk merencanakan pembuatan modul ajar Fase E dan Fase F. Kegiatan diskusi dilakukan hingga akhir acara di hari pertama. Kegiatan hari kedua adalah pemaparan dari rancangan modul projek P5 oleh masing-masing kelompok Fase E dan Fase F. Kegiatan pemaparan dan tanya jawab ini dapat berjalan dengan baik dengan adanya masukan dan evalusasi dari kegiatan projek P5 pada tahun sebelumnya. Semoga kegiatan ini dapat diaplikasikan dalam memberikan pelayanan terbaik dan prima bagi peserta didik di tahun ajaran 2023/2024. (MA)

Scroll to Top